THE RETURNING SOUL


 

Judul

:

THE RETURNING SOUL

ISBN

:

 

Kepengarangan

:

Hasan Abdurrahman

Editor

:

Dr. Ridho Rokamah, S.Ag., MSI.

halaman

:

328

Ukuran kertas

:

A5

Harga

:

65.000

Penerbit

:

CV. Nata Karya

Sinopsis

:

Namanya Usman. Ia lahir dari garis keturunan para alim-ayah dan para sesepuhnya adalah orang-orang yang menghabiskan hidup dalam dakwah, menyalakan cahaya ilmu tanpa lelah di tengah umat. Dari rahim keluarga yang demikian luhur, semestinya tumbuh pribadi yang sejalan dengan warisan itu.

Namun takdir Usman justru berbelok sebaliknya. Ia tumbuh sebagai anak yang kehilangan arah. Hidupnya larut dalam kenakalan; mabuk, pergaulan yang bebas, dan berbagai pelarian yang menjauhkannya dari nilai-nilai yang diwariskan keluarganya. Di tengah limpahan nasihat dan didikan, jiwanya justru terasa asing terhadap rumahnya sendiri, seakan berjalan jauh dari akar yang melahirkannya. Ia hidup, tetapi tanpa benar-benar mengetahui untuk apa hidup dijalani.

Sampai pada satu titik, ayahnya seakan tak lagi memiliki daya untuk membimbingnya melalui cara-cara biasa. Bukan karena kehilangan cinta, tetapi karena cinta itu menuntut ikhtiar terakhir. Dengan harapan yang nyaris tinggal doa, Usman dikirim ke sebuah pondok pesantren. Di sanalah perjalanan yang sesungguhnya dimulai.

Di lingkungan yang asing baginya, Usman nyaris tak mengenal agama, tak memahami makna mondok, bahkan tak mengetahui siapa dirinya sendiri. Pesantren mula-mula terasa seperti keterasingan, bukan rumah. Namun justru di antara sunyi malam, lembaran kitab, lantunan doa, dan tempaan disiplin, perlahan ia mulai berjumpa dengan dirinya yang lama hilang.

Krisis identitas yang dahulu menyesatkannya berubah menjadi jalan pencarian. Dari seorang pemuda yang tercerabut dari akar, Usman mulai memahami bahwa jati diri bukan sesuatu yang diwarisi begitu saja, melainkan ditemukan melalui pergulatan, jatuh-bangun, dan kesadaran.

Hingga pada akhirnya, ia tersadar dan bangkit—bukan sekadar menjadi “lebih baik”, tetapi menjadi manusia yang menemukan arah hidupnya. Dari anak yang dahulu hilang, Usman bertransformasi menjadi jiwa yang pulang pada hakikatnya sendiri. Dan dari pesantren, ia bukan hanya belajar agama, melainkan menemukan dirinya.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DASAR-DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN: KONSEP, KOMPONEN, DAN HIERARKI

HUKUM TATA NEGARA

TERAPI MUROTTAL AL-QUR'AN PENDEKATAN SPIRITUAL UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL ANAK PERTAMA