POTRET PACITAN: ALAM, DEMOGRAFI, DAN DINAMIKA BUDAYA
|
Judul |
: |
POTRET
PACITAN: ALAM, DEMOGRAFI, DAN DINAMIKA BUDAYA |
|
ISBN |
: |
|
|
Kepengarangan |
: |
Dr.
Agoes Hendriyanto, S.P.,M.Pd. Muhammad
Rafid Musyaffa’, S.T. Indah
Nawangsari, S.H Amat
Taufan, S.Sos |
|
Editor |
: |
Muhamad Rafid Romadhoni, S.T. |
|
halaman |
: |
308 |
|
Ukuran
kertas |
: |
B5 |
|
Harga
|
: |
85.000 |
|
Penerbit |
: |
CV.
Nata Karya |
|
SINOPSIS |
: |
Buku
“Potret Pacitan: Alam, Demografi, dan Dinamika Budaya” merupakan upaya untuk
menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai perjalanan sebuah wilayah yang kaya
akan bentang alam, sejarah, dan kebudayaan. Pacitan tidak hanya dikenal
sebagai daerah dengan keindahan pegunungan karst, pantai selatan, lembah, dan
kawasan agraris, tetapi juga sebagai ruang peradaban yang menyimpan jejak
panjang hubungan antara manusia dan lingkungan tempat hidupnya. Buku
ini mengungkap bagaimana karakter geografis dan demografis Pacitan membentuk
pola kehidupan masyarakat dari masa ke masa. Interaksi antara masyarakat
dengan alam melahirkan berbagai pengetahuan lokal, sistem agraria, tradisi
sosial, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Perjalanan sejarah Pacitan juga menunjukkan adanya proses akulturasi berbagai
peradaban, mulai dari masa prasejarah, Hindu-Buddha, Islam, Mataram Islam,
hingga pengaruh kolonial yang membentuk identitas masyarakat Pacitanian. Berbagai
situs sejarah, makam tokoh lokal, bangunan kuno, seni pertunjukan, upacara
adat, hingga pengetahuan tradisional menjadi bagian penting dalam
menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat. Wayang Beber Pacitan, Rontek,
Kethek Ogleng, Ceprotan, Tetaken, Badut Sinampurno, Baritan, Kenduren, serta
berbagai tradisi lokal lainnya menunjukkan kekayaan ekspresi budaya yang
terus hidup dan berkembang. Selain
membahas sejarah dan budaya, buku ini juga menempatkan sejarah agraria sebagai
bagian penting dalam memahami perjalanan masyarakat Pacitan.. Berbagai
kuliner tradisional, pakaian masyarakat, arsitektur rumah, dan simbol
identitas sosial turut memperlihatkan bagaimana kebudayaan Pacitan terbentuk
melalui proses panjang adaptasi dan kreativitas masyarakatnya. “Potret
Pacitan: Alam, Demografi, dan Dinamika Budaya” hadir sebagai dokumentasi dan
refleksi atas kekayaan peradaban lokal yang perlu terus dijaga dan
dikembangkan. Buku ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat,
akademisi, pelajar, peneliti, dan pemerintah dalam memahami serta
melestarikan warisan budaya Pacitan.
|

Komentar
Posting Komentar