METODOLOGI STUDI ISLAM Pendekatan Normatif, Historis, dan Multidisipliner dalam Kajian Islam
Judul :
METODOLOGI STUDI ISLAM Pendekatan Normatif,
Historis, dan Multidisipliner dalam Kajian Islam
ISBN :
Kepengarangan : Dr. Agus Setyawan, S.Th.I., M.S.I.
Wiwin Rif’atul Fauziyati,
M.S.I.
Halaman : 186
Ukuran Kertas : A5
Harga : 65.000
Penerbit : CV. Nata Karya
SINOPSIS :
Pengantar
Buku
ajar ini disusun sebagai referensi mata kuliah Metodologi Studi Islam di
perguruan tinggi keislaman (terutama UIN/IAIN). Ia mengikuti kerangka
Outcome-Based Education (OBE) dan bertujuan membentuk mahasiswa yang mampu
memahami Islam secara akademik, kritis, multidisipliner, sekaligus berlandaskan
semangat moderasi beragama (wasathiyah).
Struktur dan Isi
Utama
Buku
terdiri dari 13 bab ditambah penutup, dengan struktur yang konsisten di setiap
bab: pendahuluan, uraian materi (dilengkapi diagram konsep), perspektif
keislaman, studi kasus ilustratif, rangkuman, glosarium, dan daftar pustaka.
Bab 1 – Hakikat,
Objek Kajian, dan Urgensi Metodologi Studi Islam
Menjelaskan
perbedaan Islam sebagai wahyu (given), agama, dan studi Islam sebagai kajian
ilmiah. Objek kajian mencakup dimensi normatif (teks wahyu & ulumuddin) dan
historis-empiris. Menekankan urgensi kesadaran metodologis untuk menghindari
taklid serta mendukung sikap moderat.
Bab 2 – Peta
Keilmuan Islam Klasik: Ulumuddin
Memetakan
lima cabang utama: ilmu kalam, fikih-ushul fikih, tasawuf, tafsir-ulumul
Qur’an, dan hadis-ulumul hadis sebagai bangunan keilmuan yang saling menopang.
Bab 3 –
Perkembangan Studi Islam Modern
Menelusuri
transformasi dari ulumuddin klasik menuju Islamic studies di perguruan tinggi,
gerakan pembaruan abad ke-19, lahirnya IAIN, dan transformasi menjadi UIN
sebagai model integrasi keilmuan.
Bab 4–5 –
Orientalisme, Oksidentalisme, dan Dirasah Islamiyah
Membahas
kritik Edward Said atas orientalisme, respons Hassan Hanafi melalui
oksidentalisme, serta perbedaan dan titik temu dirasah islamiyah (perspektif
insider) dengan Islamic studies Barat (outsider). Menawarkan kerangka
religiusitas intersubjektif.
Bab 6–10 –
Pendekatan Multidisipliner Kontemporer
Mendalami
lima pendekatan utama:
•
Filosofis (nalar bayani–burhani–irfani
al-Jabiri, perdebatan al-Ghazali–Ibnu Rusyd)
•
Sosiologis (konstruksi sosial Peter Berger,
kritik atas Max Weber, kajian kiai-pesantren)
•
Antropologis (living Islam, Geertz,
Talal Asad, ziarah & kesalehan lokal)
•
Fenomenologi & psikologi agama (Eliade, William James,
tarekat urban)
•
Hermeneutik (Gadamer, double movement
Fazlur Rahman, perdebatan penerimaan di dunia Muslim)
Bab 11 –
Paradigma Integrasi-Interkoneksi
Inti
teoretis buku. Membedakan model islamisasi ilmu (al-Faruqi) dengan paradigma
jaring laba-laba keilmuan M. Amin Abdullah yang menghubungkan hadlarah an-nash,
hadlarah al-‘ilm, dan hadlarah al-falsafah secara setara dan dialogis.
Bab 12–13 –
Praktik Penelitian
Merancang proposal kajian
fenomena keislaman (anatomi proposal, pemilihan pendekatan sesuai rumusan
masalah, pemetaan research gap) serta keterampilan mempresentasikan dan
mempertanggungjawabkannya secara akademik dengan adab jadal (dialog
argumentatif yang baik).
Ciri Khas Buku
•
Integratif & seimbang: Menggabungkan warisan
ulumuddin klasik dengan perangkat ilmu sosial-humaniora modern, serta merujuk
baik sarjana Muslim maupun Barat (termasuk jurnal Scopus Q1).
•
Berorientasi moderasi: Setiap bab ditutup dengan
“Perspektif Keislaman” yang menekankan wasathiyah—kritis tanpa apologetik
berlebihan, percaya diri tanpa xenofobia, terbuka tanpa kehilangan pijakan
normatif.
•
Praktis: Dilengkapi studi kasus hipotetis,
diagram konsep, glosarium, dan latihan yang menghubungkan teori dengan
kemampuan merancang serta mempresentasikan penelitian.
Kesimpulan
Buku
ini bukan sekadar pengantar teori, melainkan panduan lengkap yang mengajak
mahasiswa melihat Islam sebagai ajaran normatif sekaligus fenomena
historis-empiris yang hidup. Ia menanamkan kesadaran metodologis sebagai
kelanjutan tradisi tafakkur, tadabbur, dan ijtihad, serta membekali mahasiswa
untuk menjadi pengkaji Islam yang kritis, integratif, dan berintegritas.

Komentar
Posting Komentar