REKONSTRUKSI SEJARAH DESA SIRNOBOYO PACITAN: KAJIAN FILOLOGIS, HISTORIS, DAN KEBUDAYAAN LOKAL
|
Judul |
: |
REKONSTRUKSI
SEJARAH DESA SIRNOBOYO PACITAN: KAJIAN FILOLOGIS, HISTORIS, DAN KEBUDAYAAN
LOKAL |
|
ISBN |
: |
|
|
Kepengarangan |
: |
Dr. Agoes
Hendriyanto, S.P., M.Pd Dr. Asep
Yudha Wirajaya, SS., MA. |
|
Penyunting |
: |
Muhammad
Rafid Musyaffa’, S.T. Muhamad
Rafid Romadhoni, S.T. Indah Nawangsari, S.H |
|
Penelusuran
Situs |
: |
Eko Haryono Khamim Turmudzi M Choiri |
|
halaman |
: |
124 |
|
Ukuran
kertas |
: |
B5 |
|
Harga |
: |
45.000 |
|
Penerbit |
: |
CV. Nata
Karya |
|
Sinopsis |
: |
Buku “Rekonstruksi Sejarah Desa
Sirnoboyo Pacitan: Kajian Filologis, Historis, Dan Kebudayaan Lokal” merupakan buku
kajian sejarah dan budaya yang disusun untuk kalangan umum, akademisi,
pemerhati budaya, maupun generasi muda yang ingin mengenal jejak peradaban
lokal di Pacitan. Buku ini berangkat dari penemuan prasasti beraksara Arab
Pegon pada dinding Masjid Miftahul Jannah di Desa Sirnoboyo yang kemudian
menjadi titik awal penelusuran sejarah, spiritualitas, dan kebudayaan
masyarakat setempat. Dengan
pendekatan filologis, historis, dan tradisi lisan, buku ini mengajak pembaca
memahami perjalanan panjang Desa Sirnoboyo sebagai bagian penting dari
perkembangan masyarakat Jawa-Islam di pesisir selatan Jawa Timur. Kisah
tentang Kyai Sirno, Rajah Qithmir, tradisi ziarah, hingga penggunaan aksara
Pegon dalam kehidupan religius masyarakat disajikan secara naratif dan mudah
dipahami, sehingga dapat dinikmati tidak hanya oleh peneliti, tetapi juga
masyarakat luas. Buku
ini juga mengangkat usulan penetapan Senin
Kliwon, 24 Agustus 1745 Masehi sebagai Hari Jadi Desa
Sirnoboyo yang dimaknai sebagai tonggak lahirnya tatanan sosial, budaya, dan
spiritual masyarakat desa. Melalui berbagai bukti sejarah, tradisi, dan
peninggalan budaya yang masih lestari, pembaca diajak memahami pentingnya
menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari identitas dan jati diri
masyarakat. Secara
keseluruhan, buku ini tidak hanya membahas sejarah sebuah desa, tetapi juga
menghadirkan refleksi tentang hubungan manusia dengan budaya, spiritualitas,
dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan lintas generasi. Dengan bahasa
yang komunikatif dan berbasis riset lapangan, buku ini diharapkan menjadi
bacaan yang bermanfaat, menarik, dan inspiratif bagi siapa saja yang peduli
terhadap sejarah dan pelestarian budaya lokal Indonesia. |

Komentar
Posting Komentar