Torehan Peradaban Dunia Pacitanian
|
Judul |
: |
Torehan
Peradaban Dunia Pacitanian |
|
ISBN |
: |
|
|
Kepengarangan |
: |
Dr. Agoes
Hendriyanto, S.P.,M.Pd Amat
Taufan, S.Sos Muhammad
Rafid Musyaffa’, S.T. |
|
Editor |
: |
Muhamad
Rafid Romadhoni, S.T. Indah Nawangsari, S.H. |
|
halaman |
: |
173 |
|
Ukuran
kertas |
: |
A5 |
|
Harga |
: |
45.000 |
|
Penerbit |
: |
CV. Nata
Karya |
|
Sinopsis |
: |
Pacitan selama ini dikenal
sebagai daerah wisata dengan pantai-pantai eksotis dan bentang alam karst
yang memukau. Namun, di balik keindahan alam tersebut, tersimpan jejak
panjang perjalanan manusia yang menjadikan wilayah ini sebagai salah satu
pusat peradaban penting di Nusantara. Melalui temuan budaya alat batu yang
dikenal dunia sebagai Pacitanian, nama Pacitan tercatat dalam peta
penelitian prasejarah internasional sebagai kawasan yang menyimpan bukti
perkembangan teknologi dan kehidupan manusia sejak ratusan ribu tahun lalu. Buku Torehan Peradaban
Dunia Pacitanian mengajak pembaca menelusuri lapisan-lapisan sejarah
dan kebudayaan Pacitan, mulai dari Pegunungan Sewu sebagai rahim peradaban,
Goa Tabuhan, Kali Baksoka, Song Terus, Museum Song Terus, hingga Situs
Ngrijangan yang menjadi pusat produksi alat batu prasejarah. Perjalanan
tersebut memperlihatkan bagaimana manusia purba beradaptasi dengan lingkungan
karst dan mewariskan jejak budaya yang masih dapat ditelusuri hingga kini. Tidak berhenti pada masa
prasejarah, buku ini juga mengungkap berbagai warisan budaya yang berkembang
pada periode berikutnya, seperti jalur spiritual Pacitan–Makkah, keris-keris
legendaris, tradisi Wayang Blabak, situs-situs sejarah Islam, legenda lokal,
hingga berbagai peninggalan budaya yang hidup dalam ingatan masyarakat.
Setiap situs, benda, dan tradisi dipaparkan sebagai bagian dari mozaik besar
yang membentuk identitas Pacitan dari masa ke masa. Ditulis berdasarkan kajian
sejarah, arkeologi, etnografi, tradisi lisan, serta inventarisasi Objek
Pemajuan Kebudayaan, buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi warisan budaya,
tetapi juga upaya untuk menjaga memori kolektif masyarakat. Melalui buku ini,
pembaca diajak memahami bahwa Pacitan bukan sekadar kota wisata, melainkan
ruang peradaban yang menyimpan jejak penting perjalanan manusia, budaya, dan
spiritualitas yang layak dikenal sebagai bagian dari Torehan Peradaban
Dunia Pacitanian. |

Komentar
Posting Komentar